Lebaran Adalah Iedul Fitri

Yang ada dibenak kita tatkala hadir bulan Ramadhan adalah berkah, hikmah, anugerah, ampunan dan limpahan Rizki dari Alloh (Karena saya lahir di tataran Sunda, maka penulisan -Nya selalu menggunakan tulisan Alloh bukan Allah). Hingga saat ini, penulis sudah 12 tahun meninggalkan kampung halaman untuk berbagai hal aktifitas mulai dari sekolah menengah, kuliah strata 1 hingga sekarang punya kegiatan dibidang konservasi alam bersama Organisasi Non pemerintah di Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Ketapang.

Masa 12 Tahun rasanya baru beberapa hari, masih basah di-benak pikiran saya tatkala mengenakan seragam biru putih, kemudian pulang naik angkutan umum bak terbuka (L 300). Pun dengan seragam putih abu-abu, bedanya dengan seragam ini, saya sudah harus jauh meninggalkan rumah dan harus indekos, karena memang sekolah menengah saat itu belum ada yang dekat dengan rumah. keterpaksaan ini yang akhirnya membawa penulis harus bersusah payah untuk terus bersekolah dengan uang kiriman seratus ribu rupiah perbulan, dipakai untuk iuran spp 14 ribu, uang sewa kamar 20 ribu sisanya untuk keperluan hidup, “Alhamdulillah masih dapat kiriman, karena kalo mau minta nambah lagi, dari mana? Orangtua hanya seorang pesuruh dan petani sawah” Gumam saya setiap bulan. Alhamdulillah dengan Rizki Alloh, akhirnya saya bisa menyelesaikan pendidikan menengah dan dapat meneruskan pendidikan ke Universitas Negeri di Luar jawa (walaupun di Luar Jawa yang penting Negeri dan Murah), tepatnya di Pontianak, Kalimantan Barat.

Menjadi Mahasiswa rupanya susah juga apalagi bagi saya yang merantau, harus bisa macem-macem (tentunya yang positif) supaya bisa “hidup”. Oh ya kiriman saya selagi kuliah sudah naik 100 persen dari sewaktu SMA, namun tidak bisa lama hanya berlangsung 5 Semester, yah karena memang keterbatsan yang menyebabkannya. Dengan Berkah Alloh SWT saya masih bisa bertahan tanpa harus melakukan hal-hal yang Haram.

Moment yang paling bermakna

Walaupun kondisi keluarga saya “sangat apa adanya”, namun selalu memiliki kebiasaan yang sagat unik tatkala Bulan Suci Ramadhan dan Lebaran, Nah kesempatan ini sangat bermakna bagi kami sekeluarga, dan rasanya tidak ada silaturahmi yang paling bermakna kecuali Hari Lebaran (Ibu + Bapa saya bilang “Bada”, Simplikasi dari Ba’da, maksudnya Ba’da Puasa), walaupun cuma dengan hidangan beberapa “toples” kue kering, ketupat yang nggak pernah ake opor ayam, tapi ayam goreng kering yang bisa awet hingga 1-2 hari, dengan kondisi ini pun kami sangat bersyukur dan semua tersenyum, “masih untuk ada makanan, orang lain mungkin ada yang belum bisa makan kayak kami” celoteh kami.

Untuk ikut menikmati suasana lebaran, bagi saya yang sedang jauh merantau memang menjadi “masalah”, namun pada akhirnya selalu menjadi “tidak masalah”. Kalau saya berencana untuk lebaran di kampung, walaupun saat itu belum punya ongkos, Alhamdulillah selalu diberikan jalan dan akhirnya bisa lebaran di kampung, dan ongkos Kapal selalu cukup untuk balik ke Pontianak lagi. Beberapa kali memang saya bisa berlebaran di kampung halaman, seringnya saya lebaran di Pontianak, Hal ini karena memang saya kadang malas di perjalanan, dan kondisi keuangan mahasiswa yang alakadarnya.

Dari waktu ke waktu hidup memang berubah, dan selama itu saya terus terpikirkan kenapa setiap saya berniat untuk Lebaran bersama orangtua, selalu diberikan Rizki oleh Alloh dan bisa berlebaran di Kampung. Begitupun sebaliknya kalau saya tidak berniat untuk Mudik Lebaran, kondisi keuangan saya sangat pas-pasan (Alloh Maha Segalanya).  Makna ini yang saya terus jadikan pedoman, Setiap ada niat pasti ada jalan, apalagi berniat bersilaturahmi dengan kedua oranguta.

Makna lain yang selalu mengilhami adalah tatkala silaturahmi telah dilakukan, selanjutnya anda seolah akan menemui kehidupan yang menyegarkan, semangat yang menggebu-gebu untuk menjalani hidup lebih baik. Orangtua adalah segalanya, spirit, Ibadah. Memang indah silaturahmi.

Alhamdulillah, Islam memberikan satu moment indah untuk melakukannya. Lebaran Idul Fitri. Dahsyat memang moment ini, Republik ini akan sibuk, Tolak ukur keberhasilan pemerintahan salah satunya adalah penyelenggaraan Mudik Lebaran.

Terimakasih Iedul Fitri. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

~ oleh darkono di/pada Oktober 27, 2008.

Tinggalkan Balasan